Rabu, 27 Februari 2019

Game Online Berbahaya Buat Anak


Game Online Berbahaya Buat Anak! Belum lama ini ditemukan kehebohan yang cukup mengganggu di kalangan pengguna WhatsApp. Entah dari mana sumber utamanya, yang jelas pesan berantai itu dibagikan secara masif dari satu grup ke grup WhatsApp lainnya hanya dalam waktu singkat. Isinya tentang himbauan kepada orang tua dan kalangan pendidik untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak yang kerap asyik ditemukan sedang bermain game online.

game online

Sebagian dari pesan berantai itu menyebutkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui kanal Sahabat Keluarga-nya telah mengeluarkan daftar 16 game online yang dianggap berbahaya bagi anak. Yaitu World of Warcraft, Call of Duty, Point Blank, Cross Fire, War Rock, Counter Strike, Mortal Kombat, Future Cop, Carmageddon, Shelshock, Raising Force, Atlantica, Conflict Vietnam, Bully, Grand Theft Auto dan Mobile legend.

Keenam belas game online tersebut dianggap berbahaya bagi anak lantaran sebuah penelitian di Iowa State University Amerika Serikat telah mengungkapkan bahwa bermain game yg mengandung unsur kekerasan selama 20 menit dapat menyebabkan seorang anak “mati rasa”. 

Hal ini disinyalir akan membuat anak mudah melakukan kekerasan dan kehilangan empati, tidak bisa menghormati orang tua, tidak bisa menghargai orang lain, tidak bisa fokus belajar, dan terganggu kesehatannya. Itulah sebagian kecil dari sejumlah dampak negatif dari keenam belas game online tersebut. Namun permainan game online juga dapat bermanfaat bagi orang dewasa. Dengan bermain game online Anda bisa menghasilkan uang dengan mudah seperti permainan game sakong online. Game terbaik yang bisa menghasilkan uang nyata untuk Anda.

Semakin sering mereka memainkannya maka pikiran mereka semakin terganggu. Mereka tidak bisa tidur malam seperti seharusnya lantaran rasa penasaran yang tinggi akan akhir dari game yang dimainkannya telah mengganggu pikiran dan otak syarafnya sedemikian rupa. Sehingga pada akhirnya mereka akan semakin sulit bangun pagi dan konsentrasi di sekolah.

Bila anak sudah telanjur kecanduan bermain game online ini maka tugas orang tua dan pendidik di sekolah semakin berat. Anak tersebut harus diberikan tidak hanya bimbingan penyuluhan dasar yang biasa diberikan di sekolah tetapi juga harus didampingi oleh psikolog anak. Hal tersebut mau tidak mau harus dilakukan demi menyelamatkan diri dan masa depannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar