Jumat, 28 Mei 2021

Apa Itu Penyakit Komorbid


Virus corona penyebab Covid-19 masih terus menyebar dan angka orang yang terinfeksi penyakit ini terus meningkat baik di Indonesia maupun dunia.

Pandemi virus corona ini telah merenggut nyawa lebih dari 1 juta orang dan menginfeksi lebih dari 33 juta orang di seluruh dunia.

Selain merenggut banyak jiwa, Covid-19 ini juga membawa dampak bagi kehidupan manusia di dunia. Banyak aktvitas sehari-hari yang terganggu dengan adanya pandemi ini.

Virus corona ini bisa menyerang siapa saja dan mengakibatkan gejala atau tingkat keseriusan yang berbeda-beda.

Salah satu kelompok yang berisiko mengalami gejala serius apabila terpapar infeksi virus corona adalah mereka yang memiliki penyakit bawaan tertentu seperti komorbid.

Arti Komorbid

Komorbiditas (kata benda) dan komorbid (kata sifat) yang artinya penyakit penyerta, sebuah istilah dalam dunia kedokteran yang menggambarkan kondisi bahwa adanya penyakit lain yang dialami seseorang selain dari penyakit utamanya.

Komorbid juga bisa diartikan sebagai kondisi di mana dua penyakit atau lebih hadir secara bersama-sama. Definisi yang lebih luas menggambarkan komorbid ini bahwa yang hadir selain penyakit utamanya tidak harus berbentuk penyaki tetapi juga bisa berupa perilaku yang mengarah kepada gaya hidup yang tidak sehat.

Kelompok Komorbid Rentan Mengalami Gejala Yang Serius

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa salah satu kelompok yang berisiko mengalami gejala serius apabila terpapar infeksi virus corona adalah mereka yang memiliki penyakit bawaan tertentu seperti komorbid.

Bahkan, beberapa waktu yang lalu ada laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa sebanyak 94% kasus kematian Covid-19 di Amerika Serikat terjadi pada pasien dengan komordibitias atau memiliki penyakit penyerta.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, meminta anggota keluarga yang memiliki komorbid untuk dipisahkan dari anggota keluarga yang berusia muda.

Hal ini dikarenakan anggota keluarga yang berusia muda berpotensi menjadi pembawa virus corona tanpa menunjukkan gejala (OTG), sehingga bisa berbahaya bagi anggota keluarga dengan komorbid.

Kelompok Komorbid Yang Terpapar Covid-19 Akan Berisiko Mengalami Gejala Yang Cukup Parah

Bayu Satria, epidemiologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), menjelaskan bahwa sejumlah penyakit penyerta terkait Covid-19 yang bisa memperparah kondisi pasien :

Berikut adalah penyakit komorbid :

-          Diabetes Mellitus

-          Penyakit autoumun seperti lupus/SLE

-          Penyakit ginjal

-          Penyakit jantung koroner

-          Hipertensi

-          Tuberkolosis

-          Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

-          Penyakit kronis lain

-          Tumor/kanker/keganasan

-          Penyakit terkait geriatri

Menurut Bayu, orang dengan komorbid yang terkena Covid-19 maka ada risiko cukup tinggi untuk mengalami gejala parah.

Langkah Pencegahan dan Menjaga Diri

Karena pasien komorbid berisiko mengalami berbagai gejala yang cukup parah, maka Bayu menghimbau orang-orang yang memiliki penyakit komorbid ini untuk melakukan berbagai langkah pencegahan. Bukan hanya itu, penting juga untuk menjaga kondisi diri.

“Yang perlu diperhatikan adalah orang-orang dengan komorbid ini harus sangat menjaga diri dan lebih disiplin pakai masker, jaga jarak,” kata Bayu dilansir dari berita viral terkini.

Apabila sampai tertular, pasien komorbid ini harus diawasi dengan ketat. Selain itu, untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan terburuk, orang yang termasuk kelompok komorbid sebisa mungkin untuk tetap di rumah dan meminimalisir kontak dengan lingkungan luar.

Sehingga dengan terkendalinya penyakit komorbid, akan dapat mengurangi potensi infeksi, termasuk jika menderita sakit maka kondisinya tidak menjadi semakin parah.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar